Showing posts with label Geologi Medis. Show all posts

SM IAGI UNG - Radon gas or someone's fart?
Mengenal Radon

Radon adalah gas radioaktif alami yang tidak dapat dilihat, dibau, atau dirasa dan hanya dapat dideteksi dengan alat khusus. Radon dihasilkan dari peluruhan radioaktif radium, sedangkan radium sendiri dihasilkan dari peluruhan radioaktif uranium. Unsur-unsur radioaktif yang terjadi secara alami, diantaranya; uranium, torium, karbon, dan potasium, serta radon dan radium. Uranium adalah unsur pertama dalam serangkaian panjang peluruhan yang menghasilkan radium dan radon. Uranium disebut sebagai parent element (induk), sedangkan radium dan radon disebut daughter (turunan). Radon juga dapat membentuk elemen turunan saat meluruh, menghasilkan polonium.

SM IAGI UNG - Produk turunan peluruhan Uranium

Radioaktifitas umumnya diukur dalam picocuries (pCi). Satuan ukur ini dipakai pertama kali oleh fisikawan Perancis, Marie Curie, yang adalah seorang pelopor dalam penelitian tentang unsur radioaktif.

1 pCi = peluruhan dua atom radioaktif per menit.

Misalnya, sebuah rumah dengan paparan 4 picocuries radon per liter udara (4 pCi/L), akan menghasilkan sekitar 8 atau 9 atom peluruhan radon setiap menit dalam setiap liter udara. Rumah dengan ukuran 1.000 kaki persegi (92.9 meter persegi) dengan paparan 4 pCi/L radon, akan menghasilkan hampir 2 juta atom peluruhan radon di setiap menitnya.

Radon terhadap kesehatan manusia

Sumber gambar: internet
Uranium terkonsentrasi di dalam tanah dan batuan, kadarnya bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Radon dapat langsung dihasilkan oleh erupsi gunungapi. Radon meluruh membentuk partikel radioaktif yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia jika terhirup. Menghirup gas radon dapat meningkatan resiko berkembangnya kanker pada saluran pernapasan, terutama paru-paru. Selain rokok, radon menyebabkan sedikitnya 2000 kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun di Inggris.

Variasi kadar radon

Kadar radon di udara, dalam ruangan, tanah, dan air bisa sangat berbeda. Radon yang telah dilepaskan dapat dengan cepat terdilusi di atmosfer. Konsentrasi radon di udara terbuka biasanya sangat rendah dan mungkin tidak menimbulkan bahaya. Radon yang masuk ke dalam bangunan (yang kurang berventilasi), gua, tambang, dan terowongan bisa mencapai konsentrasi tinggi dalam situasi tertentu.
  • Kadar radon di udara berkisar antara kurang dari 0.1 pCi/L sampai 30 pCi/L, dengan rata-rata sekitar 0.2 pCi/L.
  • Radon dalam ruangan berkisar antara kurang dari 1 pCi/L sampai sekitar 3.000 pCi/L, dengan rata-rata sekitar 1.5 pCi/L.
  • Radon dalam tanah (udara yang menempati pori-pori dalam tanah) berkisar antara 20 atau 30 pCi/L samapai lebih dari 100.000 pCi/L.
  • Radon yang terlarut dalam air tanah berkisar antara sekitar 100 sampai hampir 3 juta pCi/L. 
Mengapa tingkat kadar radon sangat bervariasi antara di udara, dalam ruangan, tanah, dan air? Mengapa beberapa rumah memiliki tingkat radon yang tinggi sementara rumah yang lain tidak? Semua dikontrol oleh karakteristik geologi radon!

Uranium sebagai sumber

Untuk memahami karakteristik geologi radon - di mana radon terbentuk, bagaimana cara pembentukannya, bagaimana cara radon berpindah - kita harus mulai dengan sumber utamanya dulu, uranium!!!

Semua batuan mengandung beberapa unsur uranium, meskipun sebagian besar hanya dalam jumlah kecil - kurang lebih berkisar antara 1 ~ 3 parts per million (ppm) dari uranium. Secara umum, kandungan uranium dalam tanah kurang lebih sama dengan kandungan uranium dari batuan asalnya.

Beberapa jenis batuan yang berkadar lebih tinggi dari rata-rata kandungan unsur uranium, termasuk (tapi tidak semua); light-colored volcanic rocks, granit, phospathic sedimentary rocks, serpih yang banyak mengandung material organik, dan batuan metamorf (dari keempat jenis batuan sebelumnya).

Radioactive Mineral Resources Map of Indonesia (BATAN 2010)
Radioactive Mineral Resources Map (BATAN 2010)
Peta ini berhubungan dengan distribusi radon di Indonesia
sumber gambar: geologi.iagi.or.id
Semakin tinggi tingkat uranium di suatu daerah, semakin besar kemungkinan bahwa rumah di daerah tersebut terpapar kadar radon yang tinggi di setiap ruangan rumahnya. Tetapi, kadar radon di suatu rumah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, selain adanya kandungan unsur uranium di dalam tanah yang mendasari rumah tersebut.

Pembentukan radon

SM IAGI UNG - Peluruhan atom radium untuk menghasilkan radon
Peluruhan radioaktif atom radium akan melepaskan
partikel alfa dan membentuk atom radon yang baru.
Seperti halnya uranium terkandung dalam setiap jenis batuan dan tanah, begitu juga radon dan radium, karena merupakan produk turunan dari peluruhan radioaktif uranium.

Setiap atom radium, meluruh dengan cara mendepak keluar dari nukleusnya dan menghasilkan partikel alfa yang terdiri dari dua neutron dan dua proton. Sesaat partikel alpha dilepaskan, atom radon yang baru terbentuk mencelat (recoil) ke arah yang berlawanan (seperti senapan berkekuatan tinggi, mencelat ketika peluru ditembakkan). Alpha recoil adalah faktor yang paling penting yang mempengaruhi pelepasan radon dari butiran mineral.

SM-IAGI UNG - Kedudukan atom radium dalam butiran mineral dan arah recoil dari atom radon menentukan apakah atom radon yang baru terbentuk bisa memasuki ruang pori antara butir mineralKedudukan atom radium dalam butiran mineral (seberapa dekat dari permukaan butiran) dan arah recoil dari atom radon (apakah ke arah permukaan atau ke interior butiran) menentukan apakah atom radon yang baru terbentuk bisa memasuki ruang pori antara butir mineral, dan kemudian lepas ke sistem biologi manusia.

Perpindahan radon

Karena radon adalah gas, mobilitas radon jauh lebih tinggi dari uranium dan radium. Radon dapat lebih mudah meloloskan diri melalui rekahan batuan dan ruang pori antara butiran tanah. Kemudahan inilah yang mempengaruhi tingkat kadar radon yang masuk ke dalam rumah.

Kecepatan perpindahan radon melalui tanah dikontrol oleh faktor sifat fisik (kadar air, porositas, permeabilitas tanah) dan faktor meteorologi (tekanan barometrik, angin, kelembaban relatif, curah hujan). Radon bergerak lebih cepat melalui tanah yang permeabel (yang terdiri dari pasir dan kerikil), daripada melalui tanah yang kedap air (tanah liat).

SM-IAGI UNG - permeabilitas batuan faktor penting dalam perpindahan radon di alam
Permeabilitas batuan merupakan salah satu faktor penting dalam perpindahan radon di alam.
Sebagian dari radon akan tertahan di dalam tanah hingga meluruh menjadi timah - sumber gambar: usgs.gov
Radon masuk dalam bangunan

Radon bergerak melalui ruang pori tanah dan rekahan pada batuan dekat permukaan, dan lepas ke atmosfer. Namun, bagaimana dengan rumah yang dibangun di atas tanah? Ada tiga hal utama yang mempermudah gas tanah masuk ke fondasi rumah kita:
SM IAGI UNG - Radon dapat masuk ke rumah kita dari berbagai celah
Radon dapat masuk ke rumah kita dari berbagai celah.
sumber gambar: usgs.gov
  1. Perbedaan tekanan udara antara tanah dan rumah,
  2. Adanya bukaan di fondasi rumah, dan
  3. Peningkatan permeabilitas sekitar ruang bawah tanah (jika rumah anda memiliki ruang bawah tanah).
Dalam membangung sebuah rumah, umumnya kita menggali tanah untuk dijadikan fondasi. Setelah fondasi tersusun, kerikil dan tanah biasanya digunakan sebagai lantai dasar (timbunan ruang antar fondasi), yang juga menghasilkan dan melepaskan radon. Kemudian setelah lantai selesai dibuat (ditutup menggunakan bahan semen), pasti akan ada celah antara lantai dan tanah yang telah diisi dengan material yang sering lebih permeabel dari tanah aslinya. Celah ini disebut disturbed zone, dimana radon dapat terakumulasi dengan kadar yang cukup tinggi.

Radon dalam air

SM IAGI UNG - Radon dalam airRadon juga dapat memasuki rumah melalui sistem perairan. Air di sungai dan waduk biasanya mengandung kadar radon yang sedikit, karena radon dapat langsung lepas ke atmosfer.

Di Indonesia, air tanah digunakan sebagai sumber air utama untuk kepentingan umum dan rumahan. Radon terdistribusi ke dalam ruangan ketika kita sedang menggunakan air (mandi, mencuci pakaian/piring), dan bahkan kita sering malakukan aktifitas tersebut di tempat yang tertututp, yang memungkinkan radon terakumulasi dengan kadar yang lebih tinggi.

Potensi radon

Para ilmuwan mengevaluasi potensi radon dari suatu daerah dan membuat peta potensi radon dengan menggunakan berbagai data. Data ini termasuk konten uranium atau radium (dari tanah tanah batuan dasar) dan data permeabilitas dan kelembaban tanah. Peta-peta ini jarang tersedia secara umum, seperti; peta geologi, peta radioaktivitas permukaan, dan peta sebaran tanah, dll.

Sebagai contoh, sebuah peta geologi menunjukkan pola sebaran jenis batuan dan struktur geologi di daerah tertentu. Karena setiap jenis batuan memiliki kadar unsur uranium yang berbeda-beda, peta geologi dapat memberikan informasi kepada seorang ahli geologi tentang tingkatan umum uranium atau radium yang ada di daerah tersebut.
***
Demikian ulasan tentang bahaya gas radon, semoga tulisan ini dapat memberikan informasi pengetahuan, dan membuat kita lebih sadar akan bahaya kondisi geologi lingkungan disekitar kita.

Source: Geologi Gas Radon / Dampak Terhadap Lingkungan
Referensi
  • Selinus, O., Alloway, B., Centeno, J.A., et al. (2005). “Essentials of Medical Geology: Impacts of the Natural Environment on Human Health.” Elseveir & Academic Press. SBN: 0-12-636341-2.

After reading a textbook of Medical geologySetiap gunungapi memiliki ventilasi dan rekahan sebagai saluran untuk keluarnya magma, gas dan air yang ada di dalam bumi sehingga dapat berinteraksi dengan sistem biologi di sekitarnya. Selama erupsi, gunungapi mengeluarkan berbagai jenis material, hal tersebut memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang beragam pula. Efek negatif kesehatan manusia dapat terjadi secara cepat maupun secara perlahan, tergantung jarak tempat tinggal kita dengan sumber letusan.

Peristiwa paling mematikan diakibatkan oleh erupsi gunungapi dalam beberapa abad terakhir ini dikelompokan menjadi 2 yaitu:
  • Proximal even - seperti aliran piroklastik, lahar, sesak nafas, dan bangunan runtuh akibat tertibun material vulkanik.
  • Distal even - seperti tsunami yang dapat menyebar beberapa ratus km dari pusat erupsi, dan efek secara tidak langsung seperti kelaparan dan/atau wabah penyakit menular.
Geological hazard of volcano by USGS
Geological hazard of volcano by USGS
Terlepas dari dampak negatif di atas, material hasil eruspi gunungapi juga mengandung unsur-unsur dan senyawa beracun. Senyawa ini mungkin dilepaskan dalam bentuk gas vulkanik atau terbawa dengan lontaran material vulkanik lainnya. Salah satunya adalah Radon. Radon adalah gas radioaktif yang terjadi secara alami melalui peluruhan radioaktif dari uranium. Meskipun racun ini bukanlah penyebab utama dari kematian akibat erupsi gunungapi, radon dapat bertahan lama dan berpotensi menyebabkan morbiditas jangka panjang.

Faktor-faktor emisi vulkanik yang membahayakan kesehatan manusia:
  1. Variabel Letusan 
  2. Sifat Toksin
  3. Pola Penyebaran Toksin
  4. Variabel Biologis

Varialbel Letusan - Jenis erupsi (atau peristiwa vulkanik lainnya) dapat mempengaruhi durasi emisi, komposisi kimia dari senyawa beracun, dan luas paparan. Misalnya, erupsi mungkin secara luas dikelompokkan sebagai eksplosif (melepaskan sejumlah besar gas, abu panas, dan debu), efusif (berhubungan dengan aliran lava), atau mixed (kombinasi dari dua jenis erupsi). Aktivitas vulkanisme dapat diukur dengan menggunakan Volcano Explosivity Index, yang mencakup banyak variabel termasuk volume tephra, jenis erupsi, dan durasi.

Wedus Gembel - Merapi
Sumber: Internet
Sifat Toksin - Hal ini berkaitan dengan sifat-sifat kimia dan fisik senyawa beracun. Material vulkanik dibedakan berdasarkan ukuran partikel, konsentrasi, pH, dan daya larut dalam air. Semua faktor ini dapat mempengaruhi bioavailabilitas dan efek pato-fisiologis dari senyawa toksin terhadap kesehatan manusia.

Pola Penyebaran Toksin - Jarak antara pemukiman dan pusat erupsi merupakan komponen penting dalam pengkajian resiko yang ditimbulkan. Pemukiman yang berada di dekat pusat erupsi adalah yang paling tinggi tingkat konsentrasi dari senyawa toksin. Sebaliknya, daerah yang jauh dari pusat erupsi, cenderung terkena senyawa toksin dengan konsentrasi rendah.

Model penyebaran toksin juga harus diperhatikan. Material erupsi gunungapi mungkin akan ditransport dalam berbagai macam jalur dan dalam berbagai macam bentuk kimia, sebelum akhirnya masuk kedalam sistem biologis manusia. Model penyebaran toksin bukan hanya melalui atmosfer dan hidrosfer, tapi juga melalui rantai makanan.

Durasi paparan toksin merupakan salah satu faktor penting terhadap dampak kesehatan manusia. Sebagai contoh, beberapa mungkin hanya bersifat sementara dan reversibel, seperti iritasi mata yang diakibatkan oleh debu vulkanik, atau mungkin yang bersifat kronis, seperti silikosis - ganguan pernafasan seumur hidup akibat menghirup silika dari debu vulkanik. Beberapa senyawa beracun, seperti radon (menyebabkan cedera pada tubuh manusia), dapat bertahan dalam material vulkanik dalam waktu lama setelah erupsi berhenti.
*Pola-pola cedera dan pengaruhnya dalam sistem tubuh manusia, akan dibahas nanti.

Sifat-sifat lingkungan juga mempengaruhi pola penyebaran toksin vulkanik, termasuk sifat fisik lingkungan seperti, geografi, tekanan udara, dan iklim.

Variabel Biologis - Material vulkanik dapat menimbulkan cedera pada jaringan dan sel manusia, dengan cara (berdasarkan tingkat histopatologi) sebagai berikut : 
  1. Interaksi fisik langsung (misalnya, kontak kulit dengan gas asam)
  2. Inisiasi proses kronis dari kerusakan dan penyembuhan (misalnya, fibrosis dari pengendapan partikel silika yang masuk ke jaringan paru-paru)
  3. Gangguan metabolik (misalnya, toksisitas dari karbon monoksida)
  4. Genotoksisitas dan perubahan genetik (misalnya, dari paparan zat karsinogenik, seperti radon).
Terakhir, Karakteristik individu yang terkena efek dari toksin vulkanik juga merupakan faktor penting. Seperti usia dan penyakit bawaan (jantungan atau gangguan pernafasan). Ada juga spektrum respon bawaan, baik secara fenotipik dan genotipik populasi manusia dan beberapa individu yang lebih rentan terkena efek negatif dari toksin vulkanik.

Compiled by Ebay Febryant
Referensi
  • Bunnel, J.E., Finkelman, R.B., Centeno, J.A., and Selinus, O., (2007). Medical geology: A Globally Emerging Discipline. Geologica Acta, Vol. 5 No. 3.
  • Selinus, O., Alloway, B., Centeno, J.A., et al. (2005). “Essentials of Medical Geology: Impacts of the Natural Environment on Human Health.” Elseveir & Academic Press. SBN: 0-12-636341-2.

penyuluhan itu penting, medical geologi, geologi medis, sm-iagi ung

Apa yang dimaksud dengan Medical Geology?

Geologi Medis, Medical Geology
Geologi Medis
Multi-disiplin ilmu
Medical geology adalah multi-disiplin ilmu yang berhubungan dengan dampak material maupun proses geologi terhadap kesehatan manusia dan hewan. Medical geology mengaitkan ilmuan geologi dan peneliti biomedis untuk berkolaborasi dalam menangani masalah kesehatan yang disebabkan oleh bahan geologi seperti unsur kimia, batuan, mineral, air, minyak bumi, dan proses geologi seperti letusan gunung berapi, gempa bumi dan dust storm (Selinus, O., et al. (2005) ; Bunnel, J.E., et al. (2007).

Medical geology telah dikenal selama berabad-abad. Tulisan-tulisan Cina kuno, Mesir, Islam, dan Yunani telah menggambarkan aplikasi terapi menggunakan berbagai jenis batuan dan mineral, dan juga masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh unsur-unsur tertentu yang terkandung dalam batuan.

Saat ini sudah ada Asosiasi Geologi Medis Internasional (International Medical Geology Association). Organisasi ini membentuk jaringan dan forum sebagai tempat berkumpulnya para ahli geologi, ahli lingkungan, ahli toksikologi, epidemiologi, dan dokter spesialis, dalam rangka untuk mengkarakterisasi sifat dari proses geologi, penyebaran, dan efek negatif dari material geologi terhadap populasi manusia. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk mensosialisasikan dan membuat masyarakat sadar akan efek bahaya lingkungan terhadap kesehatan.

5 tujuan utama praktisi geologi medis:
  1. Mengidentifikasi anomali geokimia dalam tanah, sedimen, dan air yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia dan hewan.
  2. Mengidentifikasi dampak lingkungan dari masalah kesehatan yang ada, bekerja sama dengan biomedis/peneliti kesehatan masyarakat, dan mencari solusi untuk mencegah atau meminimalkan masalah tersebut.
  3. Mengevaluasi manfaat dari material dan proses geologi terhadap kesehatan.
  4. Mejadi penyuluh masyarakat ketika ada masalah kesehatan lingkungan yang terkait dengan material dan proses geologi.
  5. Menjalin hubungan antar negara maju dan berkembang untuk mencari solusi masalah kesehatan lingkungan.
Medical Geologi - Geologi Medis - Alur unsur kelumit masuk ke tubuh manusia - SM-IAGI UNG
Alur unsur kelumit yang masuk ke tubuh manusia
Dimodifikasi dari: Selinus, O., et al. (2005)
Kajian-kajian yang dilakukan oleh ahli geologi dengan ahli biomedis meliputi:
  1. Kajian tentang debu alam (yang dapat dihasilkan dari aktivitas penambangan, sandblasting, gempabumi, plume asap dari kebakaran, dll) dan radioaktivitas.
  2. Kajian tentang kadar racun dari unsur kelumit (trace element) esensial dan non-esensial. Seperti, air minum yang terkontaminasi arsenik dan merkuri.
  3. Kajian tentang defisiensi nutrisi unsur kelumit. Seperti, Iodine Deficiency Disorders (IDD), konsentrasi yodium yang rendah pada batuan dasar membuat air minum tidak sehat untuk dikonsumsi.
  4. Kajian tentang senyawa-senyawa organik dan anorganik beracun yang terkandung di dalam air minum. Seperti, Balkan endemic nephropathy (BEN) penyakit yang diakibatkan karena mengkonsumsi senyawa organik dari lignit yang tercuci (leaching) oleh air tanah.
  5. Kajian tentang pengaruh emisi vulkanik, dll.
Medical Geology_Geologi Medis_penyakit yang ditimbulkan karena defisiensi dan toksisitas dari satu unsur yang sama (SM-IAGI UNG)
Penyakit yang ditimbulkan karena defisiensi dan toksisitas dari satu unsur yang sama
Diadaptasi dari: 
Selinus, O., et al. (2005)
Geologist tidak hanya sebagai dokter bumi yang mencari sumberdaya alam yang kita pahami selama ini. Geologist juga bisa menjadi dokter bumi bersama para ahli biomedis untuk mengatasi masalah kesehatan manusia dan hewan. Geologi medis meningkatkan basis pengetahuan kita tentang kesehatan lingkungan, dan dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan nyata yang substansial dalam kesejahteraan masyarakat global.
***
Sumber : Mengenal Medical Geology / Geologi Medis
Referensi
  • Bunnel, J.E., Finkelman, R.B., Centeno, J.A., and Selinus, O., (2007). Medical geology: A Globally Emerging Discipline. Geologica Acta, Vol. 5 No. 3.
  • Selinus, O., Alloway, B., Centeno, J.A., et al. (2005). “Essentials of Medical Geology: Impacts of the Natural Environment on Human Health.” Elseveir & Academic Press. SBN: 0-12-636341-2.

SM-IAGI UNG

{picture#https://pbs.twimg.com/profile_images/497585628695891970/5H6NQcSq.jpeg} SM-IAGI UNG | Seksi Mahasiswa - Ikatan Ahli Geologi Indonesia Universitas Negeri Gorontalo | Ekstraksi - Konservasi - Mitigasi {facebook#http://www.facebook.com/smiagiung} {twitter#http://twitter.com/smiagiung} {google#http://plus.google.com/+SMIAGIUNG} {pinterest#http://www.pinterest.com/smiagi} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UC6ajXFGGmFmwwt-fsxNqsigL} {instagram#http://instagram.com/smiagiung}
Powered by Blogger.