Showing posts with label Petrologi. Show all posts



SM IAGI UNG EXPLORE TO BAKAN SITE, J-RESOURCES
(J-Resources Bolaang Mongondow, Bakan)
Assalamualaikum Wr. Wb
Dalam rangka peningkatan kemampuan Mahasiswa Teknik Geologi UNG dalam hal mengenal endapan mineral, maka SM-IAGI UNG bekerjasama dengan HMTG-UNG melaksanakan kunjungan ke salah satu perusahaan tambang emas yang ada di Sulawesi Utara tepatnya di Daerah Bakan, Bolaang Mongondow. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 April 2018, selain untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa secara langsung tentang pola kerja di pertambangan, bagaimana kerja tim yang baik, serta diskusi langsung dengan para ahli di bidang pertambangan.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh mahasiswa,dosen pendamping kegiatan kunjungan, dan pendamping dari pihak P.T. GSM, Pak Hovi Swastika yang akan mendampingi peserta kunjungan menuju ke daerah Bakan. Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2018 bertempat di halaman Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Universitas Negeri Gorontalo.
Gambar 1. Upacara Pembukaan kegiatan kunjungan ke Bakan Site, P.T. J-Resources

Daerah kunjungan di tempuh dengan menggunakan bis dengan waktu tempuh sekitar 9 jam dari Kota Gorontalo menuju ke Kotamobagu. Peserta menginap di daerah Kotamobagu untuk persiapan menuju ke daerah Bakan keesokan harinya.
Pembukaan seminar diawali dengan pemberian materi Safety Induction oleh Pak Ahmad Chabid, disini beliau menjelaskan kepada mahasiswa mengenai K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan) yang wajib dipatuhi oleh seluruh karyawan dan pengunjung yang ada di JRBM guna meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan.
Gambar 2. Pemberian Materi Safety Induction

Materi kedua diberikan langsung oleh Pak Elang Brandoyo selaku Exploration Geologist, pada sesi ini Pak Elang menerangkan mengenai konfigurasi tektonik di daerah Bakan. Berdasarkan penjelasan beliau, daerah Bakan mengalami 2 periode tektonik, tepatnya pada kala Miosen dan pada kala Plio-Pleistosen.

Gambar 3. Pemberian materi Mining Geology oleh Pak Elang Brandoyo

Selanjutnya Pak Eddy Priowarsono memberikan materi tentang Production Geology Flow, yakni mengenai tahap-tahapan yang dilakukan pada saat explorasi sampai eksploitasi. Beliau menjelaskan metode-metode yang dilakukan seperti blasthole mapping, pitwall mapping, hingga proses kompilasi peta hasil eksplorasi.
Materi dilanjutkan oleh Pak Choldun tentang Mining Overview yang menjelaskan mengenai skema atau proses dan tahapan pengolahan ore dan waste yang ada di pertambangan JRBM Bakan. Beliau menjelaskan proses ekstraksi mineral ekonomis dengan menggunakan Leach Pad.
Kemudian materi dilanjutkan dengan tahapan proses pengolahan ore hingga menjadi emas batangan yang dijelaskan oleh Pak Cristian Kurniawan, disini mahasiswa dijelaskan mengenai proses pengolahan ore, pelakuan pada ore, dan hasil akhirnya. Beliau menjelaskan secara detail proses pengolahan bijih dengan menggunakan metode electrowinning hingga proses smelting.
Terakhir kami dijelaskan sedikit mengenai apa saja yang dilakukan JRBM terhadap area yang sudah tidak produktif lagi hingga bantuan mereka pada masyarakat sekitar pertambangan oleh CSR JRBM Bakan, Pak Rudi Rumengan. 
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan fieldtrip. Pada sesi ini mahasiswa diperlihatkan langsung proses ekploitasi mulai dari pengambilan ore sampai pada tahapan perlakuan ore. Ekstraksi mineral ekonomis P.T. JRBM Bakan menggunakan metode Leach Pad. Metode ini dinilai lebih efisien dalam ekstraksi mineral ekonomis.
Gambar 4. Pengamatan langsung metode Leach Pad

Peserta kunjungan juga diajak mengunjungi salah satu pit, yakni Pit Main Ridge yang tengah beroperasi pada saat itu. Kondisi pit Main Ridge menunjukkan adanya ciri endapan high sulphidation. Pit ini telah mengalami proses pengayaan (supergene enrichment) yang merupakan sasaran penambangan perusahaan.
Gambar 5. Pengamatan di Pit Main Ridge

Sebelum menuju ke RecHall, mahasiswa diperlihatkan bekas pit yang sudah ditanami kembali. Setelah kegiatan fieldtrip ini mahasiswa dan panitia serta pemateri dari JRBM diajak kembali ke camp untuk menutup kegiatan ini. Satu hal yang sangat berkesan bagi kami adalah perhatian perusahaan yang sangat besar terjadap keselamatan karyawan serta teamwork yang harus benar-benar solid.
Gambar 6. Foto Bersama Peserta dan Pemateri dalam Kunjungan ke Bakan Site

Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak JRBM yang sudah dengan senang hati berbagi ilmu dan juga menerima dengan baik Mahasiswa Teknik Geologi UNG, tak lupa juga kepada Pak Muhammad Kasim, S.T., M.T. dan Pak Ahmad Zainuri, S.Pd., M.T. selaku dosen dan Kaprodi Teknik Geologi yang sudah senantiasi mendampingi kami dalam kegiatan ini, terakhir kepada pihak-pihak terkait yang sudah membantu menyukseskan kegiatan ini. Harapan kami kegiatan seperti ini lebih di tingkatkan lagi agar memberikan tambahan ilmu dan juga motivasi kepada kita untuk lebih maju kedepannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Penulis : Reskiyanto Fauzi Duwingik (Ketua Bidang Sosialisasi SM-IAGI UNG 2017/2018)

Editor  : Fauzul Chaidir A. Usman (Ketua Umum SM-IAGI UNG 2017/2018

*Dokumentasi Kegiatan dapat dilihat disini

FIELDTRIP MAX (Metamorphic Area eXcursion)

Bismillahhirohmannirohhim…..

SM-IAGI UNG merupakan salah satu organisasi yang berada dibawah naungan oleh organisasi IAGI. SM-IAGI dalam melaksanakan program kerja pada setiap tahunnya selalu menjalin kerjasama dengan HMTG UNG. Untuk mengawali kerja nyata, organisasi SM-IAGI pada tahun ini memulai pada program kerja Fieldtrip. 
Program kerja Fieldtrip dilakukan pada tanggal 30 Desember 2017, dengan tema “Methamorphic Area eXcursion (MAX) di Kota Raya tepatnya di Desa Tinombala, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. 
Kegiatan fieldtrip dimulai dari pembukaan dan pelepasan oleh Ketua Program Studi Teknik Geologi, Bapak Ahmad Zainuri, S.Pd, M.T yang bertempat di halaman Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Universitas Negeri Gorontalo. 

Pembukaan dan Pelepasan oleh Ketua Program Studi Teknik Geologi Unversitas Negeri Gorontalo
Pelaksanaan fieldtrip berjalan dengan lancar, dengan pemateri ialah Bapak Muh. Kasim, S.T, M.T yang menjelaskan tentang petrogenesa batuan metamorf yang terdapat dalam formasi Malino Metamorphic Complex (MMC). Kegiatan Fieldtrip ini bertujuan untuk mengetahui geologi regional NW Sulawesi, serta menelisik jurnal penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya  pada lokasi fieldtrip.
Pemaparan materi dari Bapak Muh. Kasim, S.T, M.T
Kegiatan fieldtrip perdana kami berlangsung dengan lancar dan sukses. Oleh karenanya, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Negeri Gorontalo, Ketua Program Studi Teknik Geologi, Pemateri, Panitia Pelaksana Kegiatan MAX, dan seluruh pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan keilmuan kita sekalian, khususnya tentang geologi. 

Salam Geologi,...

Foto Bersama Pemateri dan Peserta Fieldtrip MAX
Penulis: Siti Suhartini S. Napu - Anggota Divisi III (Divisi Sosialisasi) SM IAGI UNG 2017-2018
Editor: Fauzul Chaidir A. Usman - Ketua SM-IAGI UNG 2017-2018

Untuk Melihat Foto Kegiatan Fieldtrip MAX Lainnya, Silahkan Klik disini


You Rocks - Sehidup Semati Dengan Batu

Siklus batuan terdiri dari serangkaian proses yang konstan di mana batuan berubah dari satu bentuk ke bentuk lain dari waktu ke waktu. Sama halnya dalam siklus air dan siklus karbon, beberapa proses dalam siklus batuan ada yang terjadi selama jutaan tahun dan ada juga yang terjadi secara singkat. Untuk lebih mengetahui proses-proses apa saja yang ada dalam siklus batuan, ada baiknya kita mulai dari sumber utamanya, yaitu Magma!

Siklus Batuan - Magma - Beku - Sedimen - Metamorf - SM IAGI UNG

Pada skema siklus batuan di atas; kotak putih mewakili material-material bumi dan anak panah mewakili proses yang mengubah material tersebut. Proses diberi nama dengan tulisan miring di samping anak panah. Energi berasal dari dua sumber utama, yaitu matahari dan panas dari dalam bumi. Matahari berperan dalam proses permukaan seperti pelapukan, erosi, dan transportasi. Sedangkan energi panas dari dalam bumi berperan dalam proses subduksi, pembentukan magma dan metamorfisme. Kompleksitas diagram mencerminkan kompleksitas nyata dalam siklus batuan di bumi. Perhatikan bahwa ada banyak kemungkinan yang mungkin terjadi disepanjang rangkaian proses siklus batuan.

Magma & Batuan Beku

Magma terbentuk hanya pada lokasi-lokasi tertentu di dalam bumi, sebagian besar terbentuk di sepanjang batas lempeng. Ketika magma membeku, magma akan membetuk kristal/mineral, sama halnya dengan kristal es yang terbentuk ketika air didinginkan. Proses ini terjadi di banyak tempat di Indonesia, di mana magma keluar dari proses erupsi gunung api dan membeku di permukaan bumi, membentuk jenis batuan ekstrusif (misalnya: basal atau andesit) di sisi-sisi gunung api. Namun ada juga magma yang membeku di dalam kerak bumi sebelum mencapai permukaan. Jauh di bawah permukaan kerak benua, di zona-zona subduksi di Indonesia, magma membeku membentuk jenis batuan intrusif (misalnya: granit dan diorit). Batuan yang terbentuk dari pembekuan magma disebut batuan beku. Jika membeku di bawah permukaan disebut intrusif, dan jika membeku di permukaan disebut ektrusif.

Gunung Soputan - Sulawesi Utara - Indonesia - PMI Sulut
Gunung Soputan - Sulawesi Utara - Indonesia. (Sumber: PMI Sulut)
Pengangkatan, Pelapukan, & Erosi

Jenis batuan seperti basal, karena terbentuk di permukaan bumi, maka akan segera terpapar dengan atmosfer dan cuaca. Berbeda dengan batuan yang terbentuk di bawah permukaan bumi, seperti granit, untuk bisa tersingkap di permukaan, batuan ini harus terangkat dulu melalui proses tektonik dan kemudian lapisan-lapisan batuan lain di atasnya harus hilang melalui proses erosi. Pada kedua kasus tersebut, segera setelah batuan tersingkap di permukaan bumi, maka proses pelapukan pun dimulai.

Pelapukan pada batuan terjadi karena reaksi fisik dan kimia yang disebabkan oleh interaksi udara, air, dan organisme. Setelah batuan lapuk, angin, air, dan gletser mengikis batuan tersebut menjadi material sedimen melalui proses yang disebut erosi.

Air merupakan faktor yang paling umum dari erosi - Sungai Bone, Sungai Bulango, dan Sungai Boliyohuto adalah sungai-sungai besar yang ada di Gorontalo, yang mengangkut berton-ton material sedimen hasil pelapukan dan erosi dari hulu di daerah pegunungan sampai ke dasar laut setiap tahunnya. Material sedimen yang membentuk point bar dan channel bar Sungai Bone di daerah Botupingge dan sekitarnya kini masih terus dimanfaatkan masyarakat lokal untuk ditambang, dijual dan didistribusikan ke daerah lain sebagai bahan bangunan.

Sungai Bone dan Bulango
Alur transport material sedimen dari pengunungan sampai ke muara sungai di daerah Gorontalo.
Batuan Sedimen

Dalam kondisi alami, endapan material sedimen muda mengubur endapan yang lebih tua, tekanan yang dihasilkan akan membuat endapan lebih tua menjadi kompak. Ketika air bergerak masuk ke material sedimen, mineral seperti kalsit dan silika yang terlarut akan terendap dan mengisi rongga antar butir dan bertindak sebagai semen, merekatkan butiran sedimen satu sama lain. Proses kompaksi dan sementasi ini nantinya akan membentuk jenis batuan sedimen seperti batupasir, batulempung, konglomerat atau breksi. Pembentukan tersebut sekarang sedang berlangsung di dasar muara, delta atau palung yang ada di Indonesia.

Peta yang menunjukan busur gunungapi dan zona subduksi di Indonesia
Peta yang menunjukan busur gunungapi dan zona subduksi di Indonesia.
(Seismic Atlas of SE Asian Basins)
Karena pengendapan sedimen terjadi secara siklus musiman atau tahunan, kita akan sering melihat adanya bentuk lapisan-lapisan pada singkapan batuan sedimen. Tersingkapnya batuan sedimen di permukaan harus mengalami pengangkatan oleh proses tektonik. Pada umumnya pengangkatan terjadi di batas lempeng subduksi, dimana dua lempeng bergerak kearah satu sama lain dan menyebabkan kompresi. Alhasil, jika batuan sedimen tersebut terbentuk di lingkungan laut, maka kita akan menemukan singkapan batuan dengan kandungan fosil organisme laut di pegunungan. Contohnya tidak perlu jauh-jauh ke Gunung Everest! Pegunungan dan perbukitan sekitar Danau Limboto, dan di sepanjang jalan kawasan pantai Leato-Bongo tersusun atas jenis batuan sedimen laut dangkal. Menurut Peta Geologi Lembar Tilamuta (Skala 1:250.000) - P3G, daerah tersebut tersusun atas kalkarenit, kalsirudit, dan gamping koral dengan kandungan sisa-sisa orgnisme laut.

Singkapan ketidak selarasan antara batuan vulkanik dengan batugamping di daerah perbukitan bagian selatan danau limboto - gorontalo.
Singkapan ketidakselarasan antara batuan vulkanik dengan batugamping
di daerah perbukitan bagian selatan Danau Limboto - Gorontalo.
Singkapan batupasir karbonatan di pulau saronde - gorontalo utara
Singkapan batupasir karbonatan di Pulau Saronde - Gorontalo Utara.
Metamorfisme

Jika batuan sedimen atau batuan beku intrusif tidak tersingkap ke permukaan bumi dalam proses pengangkatan atau pun erosi, kedua jenis batuan tersebut akan terkubur lebih dalam lagi. Semakin dalam batuan itu terkubur, maka semakin besar kemungkinan untuk terpapar suhu dan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh kompresi tektonik dan energi panas dari dalam bumi, yang nantinya dapat mengubah batuan tersebut. Jenis batuan yang telah terubah di bawah permukaan bumi akibat paparan suhu, tekanan, dan kontak magma disebut batuan metamorf.

Singkapan filit - jenis batuan metamorf - di sungai luk ulo - karangsambung - jawa tengah
Singkapan filit (jenis batuan metamorf) di Sungai Luk Ulo - Karangsambung - Jawa Tengah
Ahli geologi sering menyebut batuan metamorf sebagai batuan yang telah “dimasak” karena proses perubahannya hampir sama dengan yang terjadi pada adonan kue ketika dipanaskan.  Adonan kue dan kue nya itu sendiri mengandung bahan-bahan yang sama, namun memiliki tekstur yang sangat berbeda. Sama halnya pada batupasir (batuan sedimen) dan kuarsit (hasil metamorfosis dari batupasir). Butiran individu pasir yang ada pada batupasir sangat mudah terlihat bahkan beberapa mudah dicopot. Sedangkan pada kuarsit, butiran pasir sudah tidak terlihat lagi, dan cukup keras untuk dipecahkan dengan palu.

Setiap jenis batuan akan terangkat dan tersingkap, kemudian mengalami pelapukan dan erosi. Beberapa diantaranya dapat terkubur dan bermetamorfosis. Proses-proses tersebut telah terjadi selama jutaan dan miliaran tahun yang lalu untuk menciptakan bumi seperti yang kita lihat sekarang ini, sebuah planet yang dinamis. Sebagaimana yang dikatakan oleh Hutton, “The Present Is The Key To The Past” – saat ini adalah kunci menuju masa lalu. Yang berarti, apa yang terjadi saat ini, juga terjadi di masa lalu.
-----
  • Best, Myron G. (2002). Igneous and Metamorphic Petrology, 2nd Edition. Wiley-Blackwell.
  • Jackson, J. A. (1997). Glossary of Geology, 4th Edition. American Geological Institute.
  • Stow, D. A. V. (2005). Sedimentary Rocks in the Field: A Color Guide. Academic Press.

rock geologi geology geologist sm-iagi ung

Apa yang dimaksud dengan batuan?
Batuan adalah material keras dan kompak yang terbentuk secara alami dan tersusun dari satu atau beberapa jenis mineral. Kombinasi mineral yang paling sering ditemui seperti feldspar, kuarsa, mika, olivin, kalsit, piroksen dan amphiboles. Sedangkan mineral lainnya, ada sekitar lebih dari 3000 jenis mineral, jarang ditemukan dalam jumlah yang cukup besar sebagai pembentuk batuan. Seorang yang ahli dalam bidang ini disebut Petrologist.

jenis batuan beku, metamorf, sediment, granit, breksi, hornfels
(Kiri) Granit - Batuan Beku, (Tengah) Breksi - Batuan Sedimen, (Kanan) Hornfels - Batuan Metamorf
Sumber gambar : www.geology.com
Batuan dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan proses terbentuknya; batuan beku, batuan sedimen, dan metamorf. Batuan beku terbentuk dari hasil pembekuan magma, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik dibawah permukaan sebagai batuan intrusif maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif. Batuan sedimen terbentuk dari material batuan lainnya (bisa juga dari material organik) yang melalui proses transportasi, deposisi, kompaksi dan sementasi. Sedangkan batuan metamorf adalah batuan ubahan/malihan yang dapat terbentuk dari jenis batuan lain yang mengalami peningkatan suhu dan tekanan (pressure).

Apa yang dimaksud dengan mineral?
Mineral adalah sebagai penyusun batuan yang ada di kerak bumi - bersifat padat, anorganik, memiliki struktur molekul atau sistim kristal dan komposisi kimia tertentu. Mineral terbentuk dari elemen-elemen. Elemen adalah zat sederhana yang tidak dapat dipecah menjadi zat lain. Nama unsur diturunkan sebagai kombinasi huruf yang disebut simbol, misalnya: natrium (Na); klorin adalah (Cl). Salt adalah kombinasi natrium dan klorin, dengan demikian ditulis sebagai simbol rumus NaCl. Banyak mineral yang terdiri dari berbagai macam elemen, sehingga memiliki formula yang sangat kompleks. Mineral yang paling umum adalah yang didasarkan pada silikon dan oksigen, Si04.

contoh mineral kuarsa, emas, kalsit (SM-IAGI UNG
(Kiri) Mineral Kuarsa - SiO2, (Tengah) Mineral Emas - Au, (Kanan) Mineral Kalsit - CaCO3
Sumber gambar : www.minerals.net
Mineral dapat ditemukan dalam gumpalan besar tak berbentuk yang disebut "massive" atau dalam bentuk khusus yang disebut kristal. Pada umumnya mineral terbentuk di antara mineral lainnya dan tumbuh dengan bentuk yang tidak beraturan. Namun jika mineral tumbuh di tempat yang bebas, misalnya: lubang atau rongga dalam batuan di sekitarnya, bentuk mineral ini disebut geodes, vugs atau pockets.

Kenapa mineral itu penting?
Mineral adalah bahan baku logam yang diproduksi menjadi suatu barang. Contohnya; pensil terbuat dari (lead) campuran mineral grafit dengan lempung. Bola lampu terbuat dari tungsten (wolframite dan scheelite). Film untuk kamera dan baterai menggunakan silver dan argentite.

Salam,
@EFBumi

sm-iagi ung geologi geologists pengenalan

Apa yang dimaksud dengan geologi?
Geology is the study of the earth.

Geologi adalah ilmu yang baru, ilmu ini dikenal sejak beberapa ratus tahun yang lalu.
Geologi adalah dimana ilmu-ilmu lain (seperti: kimia, fisika, biologi, dll) terintegrasi untuk dapat menggambarkan, menjelaskan, dan memahami proses, sifat fisik dan material pembentuk bumi. Geologi adalah dimana fantasi dan sekumpulan fakta bertemu dalam satu ruang kreatifitas. Geology is where time goes wild !!!

Geologi memiliki sejumlah disiplin ilmu yang saling berhubungan erat seperti; Geomorfologi, Petrologi, Sedimentologi, Geologi Struktur, Tektonika, Geologi Sejarah, Paleontologi, Geofisika, Endapan Mineral, dan Geologi Minyak Bumi. Misalnya, Geologi Minyak Bumi pasti akan melibatkan, diantaranya: survey seismik (Geofisika), interpretasi struktur (Geologi Struktur), sedimentological understanding (Sedimentologi), paleontological dating (Paleontologi), dll.

Ada yang beranggapan bahwa geologi sangat tidak akurat atau tidak saintifik. Alasannya adalah sistem alam dari bumi kita yang sangat kompleks. Setiap batuan, oilfield reservoir atau ore body itu terbentuk dari interaksi antara proses dan mekanisme geologi yang 'unique' dan sangat sulit untuk diprediksi secara detail. Sebagai contoh, geologi dapat memprediksi wilayah yang rawan gempa bumi, letusan gunungapi, atau longsoran batuan yang diperkiran akan terjadi 100 tahun mendatang atau lebih, tapi tidak tahu persis kapan dan bahkan tidak tahu persis dimana itu akan terjadi.

Geologi selalu dalam aspek orientasi proses. Bagaimana batuan reservoir itu terbentuk? Apakah itu terbentuk dari pasir yang ada di pantai, atau channel bar yang ada di sungai, atau dari submarine slide deposit? Bagaimana magma bisa sampai ke permukaan melewati kerak bumi dan menghasilkan gunungapi? Kenapa erupsi gunungapi dan gempa bumi terjadi berulang kali di beberapa daerah sedangkan di daerah lain tidak? Banyak pertanyaan-pertanyaan tentang peristiwa geologi yang terjadi di planet kita ini, dan ahli geologi harus open mind dan memiliki keinginan untuk mencari tahu jawaban yang masuk akal.

Singkapan batupasir di Gorontalo Utara - Pulau Saronde (SM-IAGI UNG) outcrop geologi geology
Geology is everywhere. Singkapan batupasir di Pulau Saronde, Gorontalo Utara.
How do Geologists work?
Ahli geologi bekerja melalui penelitian lapangan, melibatkan penggunaan palu, lensa, pita ukur, kompas, GPS dan lainnya. Tujuannya untuk memetakan satuan batuan di lapangan, menghasilkan peta geologi yang menunjukkan distribusi, orientasi dan struktur dari berbagai jenis batuan di suatu daerah. Geologist biasanya mengambil sample batuan di lapangan dan membawanya ke laboratorium untuk selanjutnya dilakukan pengukuran dan analisis. Ahli geologi juga menggunakan data-data geofisika (seperti; seismik, magnetik, gravimetrik, citra satelit, degital elevation models (DEM), dan foto udara) untuk mendapatkan informasi batuan dan struktur geologi.

How do geologists work? sm-iagi ung geologi sampling geofisika kompas geologi geologi lapangan
(Kiri) Mengukur orientasi batuan, (Tengah) Mengambil sampel batuan, (Kanan) Mengambil data geofisika
Sumber gambar : ocw.mit.edu
Begitulah sekilas tentang arti geologi, dan tujuan mempelajari geologi. Jadi, bagi adik-adik SMA yang berniat untuk melajutkan pendidikan ke Universitas dan tertarik dengan ilmu kebumian, di Indonesia sudah banyak Universitas yang membuka jurusan langka ini.

Yang ingin tahu sejarah pendidikan geologi di Indonesia, silakan kunjungi link ini
Salam, 
@EFBumi

SM-IAGI UNG

{picture#https://pbs.twimg.com/profile_images/497585628695891970/5H6NQcSq.jpeg} SM-IAGI UNG | Seksi Mahasiswa - Ikatan Ahli Geologi Indonesia Universitas Negeri Gorontalo | Ekstraksi - Konservasi - Mitigasi {facebook#http://www.facebook.com/smiagiung} {twitter#http://twitter.com/smiagiung} {google#http://plus.google.com/+SMIAGIUNG} {pinterest#http://www.pinterest.com/smiagi} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UC6ajXFGGmFmwwt-fsxNqsigL} {instagram#http://instagram.com/smiagiung}
Powered by Blogger.