Showing posts with label Teknik Geologi Lapangan. Show all posts

Flyer Surface Exploration for Geothermal Resources - SM IAGI UNGPada tanggal 1 dan 2 Desember 2014, SM-IAGI UNG mengadakan kegiatan Course & Excursion dengan tema “Surface Exploration for Geothermal Resources”. Topik Geothermal sendiri menjadi topik wajib tahunan untuk setiap SM-IAGI seluruh Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang energi alternatif dan ramah lingkungan ini, dari mana energy ini berasal?, seberapa besar pontensi geothermal di Indonesia? dan untuk mengetahui gambaran singkat tentang explorasi geothermal.

Dalam kesempatan ini kami menghadirkan 2 pemateri yaitu, Bapak M. Yustin Kamah – Senior Advisor New Energy and Green Technology PT. Pertamina Geothermal Energy, dan Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T – Ketua Pengurus Daerah IAGI SULUT-Gorontalo.

Course, 1 Desember 2014

Pada pukul 09.00 wita, acara dimulai dengan kalam ilahi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia oleh Tober Mardain, serta sambutan sekaligus membuka acara secara resmi oleh Prof Dr. Sarson Pomalato, M.Pd (PR 1 UNG). Beliau menghaturkan bahwa topik yang diangkat dalam kegiatan ini sangat pas dengan kondisi harga BBM yang terus meningkat. Besar harapan, dengan dibekali ilmu pengetahuan kelak nanti ada mahasiswa Teknik Geologi UNG yang bekerja di sektor Geothermal, menjadi pemegang tongkat estapet dari senior-seniornya dalam memajukan industri Geothermal Indonesia.

Sambutan dan Pembukaan Kegiatan oleh PR 1 UNG - Prof. Dr. Sarson Pomalato, M.Pd
Sambutan dan Pembukaan Kegiatan oleh PR 1 UNG - Prof. Dr. Sarson Pomalato, M.Pd
Selanjutnya adalah pelantikan pengurus SM-IAGI UNG 2014-2015 oleh Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T dengan secara simbolis memberikan plakat kepada Ketua Umum – Tober Mardain.

Pukul 10.00 wita – Pemaparan pertama oleh Bapak M. Yustin Kamah (PT. Pertamina Geothermal Energy) dengan judul GGGR FOR GEOTHERMAL RESOURCES. Hal-hal yang dibahas adalah Geothermal Over View as A Basic Knowledges, Pengelolaan Energy Geothemal Di Indonesia, Konsep Dasar  Geothermal, Geothermal Exploration Stages (Geologi Eksplorasi, Geokomia Eksplorasi, Geofisika Eksplorasi, Wells Drilling Prognosis, Borehole GGGR, Reservoir – Development, Produksi), dan Geothermal Energy Benefits.

Pemaparan GGGR For Geothermal Resources oleh M. Yustin Kamah (PT. Pertamina Geothermal Energy)
Pemaparan "GGGR For Geothermal Resources" oleh M. Yustin Kamah (PT. Pertamina Geothermal Energy)
Beliau mengatakan bahwa, Lengan Utara Sulawesi diapit oleh dua tunjaman (yaitu; tunjaman lempeng Philipine dari sebelah utara dan lempeng laut Molucca di sebelah timur) hal tersebut mangakibatkan adanya jajaran gunungapi dari mulai Kotamobagu sampai Kep. Sangihe, - juga yang mengakibatkan adanya patahan-patahan sebagai kontrol dari titik-titik panas bumi yang tersebar di Lengan Utara Sulawesi.

Tercatat ada 7 titik panas bumi yang 2 diantaranya berada di wilayah Gorontalo (Pentadio dan Suwawa – sumber daya 75 MW spekulatif dan cadangan 110 MW terduga). 1 titik berada di Bolaang Mongondow (Kotamobagu – sedang dieksplorasi, cadangan 185 MW terduga). Dan 2 titik berstatus produksi adalah Lahendong – Tompaso, dengan cadangan 250 MW terbukti.

Sesi ini berlangsung ± 90 menit dan 30 menit tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan ISOMA.

Pukul 13.30 wita – Pemaparan kedua oleh Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T dengan judul THE PROMISING RESOURCE POTENTIAL OF GEOTHERMAL FIELD IN INDONESIA. Hal-hal yang dibahas adalah; Geothermal Energy, Geothermal Resources, Plate Tectonic Structures And Active Volcanic Arcs In Indonesia, Potential Of Geothermal Field In North Sulawesi, Hydrothermal System With Close Volcanic-Magmatic Associations, Types Of Geothermal Power Plans, Kotamobagu Geothermal Field.

Sesi ini berlangsung ± 90 menit dan 15 menit tanya jawab.

Pemaparan kedua oleh Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T (Ketua Pengda IAGI Sulut-Gorontalo)
Pemaparan kedua oleh Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T (Ketua Pengda IAGI Sulut-Gorontalo)
Excursion, 2 Desember 2014

Pukul 08.00 wita - Seluruh peserta berkumpul di kampus Universitas Negeri Gorontalo. Kami berangkat ke lokasi panas bumi di Desa Pancuran, Kec. Suwawa Selatan, Bone Bolango, dengan menggunakan 1 unit bus dan 1 unit mobil kecil. Dalam waktu tempuh ± 40 menit kami sampai di lokasi tersebut.

Hujan gerimis pada pagi itu tidak menurunkan niat kami untuk menerima pamaparan dari Pak Hendra. Beliau menjelaskan tentang data-data umum apa saja yang perlu di rekam saat observasi manifestasi permukaan geothermal, seperti; data lokasi, pengukuran pH air, pengukuran suhu permukaan air menggunakan termometer batang dan temometer infrared, cara pengambilan sampel air, data mineral alterasi panas bumi, penjelasan tentang fumarole/solfatar, hot spring, mud pool, steaming ground, dll.

Peserta ekskursi saat menerima penjelasan dari pemateri.
Peserta ekskursi saat menerima penjelasan dari pemateri.
Menurut penjelasan beliau, lokasi mata air panas yang kita kunjungi ini tergolong Low Enthalpy, pemanfaatannya secara direct use, seperti; untuk rileksasi/terapi, untuk peternakan ikan, untuk mempercepat pertumbuhan sayur dan buah, serta untuk memanaskan ruangan (umumnya di Negara-negara yang memiliki 4 musim).

Suasana kegiatan di lapangan terbilang santai, akrab dan interaktif. Perserta mengajukan pertanyaan disela-sela penjelasan Pak Hendra. Kebanyakan dari peserta ekskursi ini adalah mahasiswa Teknik Geologi tingkat 1 dan 2. Pada pukul 11.30 wita kami kembali ke kampus UNG, dan selanjutnya ISOMA.

Foto bersama setelah kegiatan ekskursi selesai.
Foto bersama setelah kegiatan ekskursi selesai.
Pukul 13.00 wita – peserta berkumpul untuk menerima review kegiatan lapangan. Dilanjutkan dengan penutupan kegiatan, penyampaian pesan dan kesan, pemberian momento, dan foto bersama.

Syukur Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Course & Excursion “Surface Exploration for Geothermal Resources” ini telah selesai. Semoga ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada kami dapat melekat dan membawa semangat positif.

Untuk itu kami segenap pengurus SM-IAGI UNG mengucapkan terimakasih kepada:
  1. Ketua & Sekjen IAGI - Sukmandaru Prihatmoko & Shinta Damayanti
  2. Vice President Upstream Technology Center Direktorat Hulu - Sigit Rahardjo
  3. Senior Advisor New Energy and Green Technology - M. Yustin Kamah
  4. Ketua Pengda IAGI Sulut-Gorontalo - Dr. Eng. Hendra Riogilang, M.T
  5. Pembimbing Profesional SM-IAGI UNG - Gayuh N. D. Putranto
    Juga untuk media partners kami :
      Kegiatan ini dimuat dalam koran Radar Gorontalo, Edisi 1 Desember 2014
      Kegiatan ini dimuat dalam koran Radar Gorontalo, Edisi 1 Desember 2014
      Foto-foto kegiatan selengkapnya bisa dilihat disini

      Salam,
      Ebay Febryant (Ketua SM-IAGI UNG 2013-2014)

      Prof. Masayuki Komatsu
      Geological Mapping Course 8-28th September, 2014 (Credit 4) only for geology students of Gorontalo State University (semester 5 and higher).

      Instructor: Prof. Masayuki Komatsu (Ehime University)

      8 days consisting of 16 classes are for lecture and desk work in the room and 8 days of 16 classes are for training in the field or outside the room. Duration of 1 class is 90 min, and there are 2 classes in the morning. First class will start in the morning at 08.30 and end at 10.00, with a break for 20 min. And second class will start at 10.20 and end at 12.00.

      Lectures and desk works (8 days)
      • Introduction to geology and geological mapping.
        • Topographic map: what topographic map is? Some exercises*
        • How to read topographic map: Imaging the feature of the map and draw cross-section of topographic maps.
      • Intersection of a boundary plane with topography.
        • A method to plot a boundary plane on a topographic map using the attitude in an outcrop.
        • Exercises: drawing a boundary plane on map.
      • Apparent dip problem:
        • Case 1: Determine true dip from strike + attitude of an apparent dip.
        • Case 2: Determine strike and dip from two apparent dips
        • Case 3: The three point problem
      • Methods of geological mapping ; field equipments and traversing.
        • What you observe in the field: sedimentary rocks and stratigraphy
        • Unconformity and the geological cross-section
        • Faults and folds
      • Description of strata and rocks (some more detail)
        • Igneous and metamorphic rocks
      • Geological mapping, making a route map and an areal map
        • Geological report
      • Introduction to the geology and geological evolution of Sulawesi.
        • Remarkable geo-sites around Gorontalo: carbonate rocks and their depositional system as evidence of rifting.
      • Active faults and collapsed structures : evidence of rapid uplifting
      Field training (8 days)
      • How to measure a distance in the field - a method of pacing
        • Measurement of your pace and double paces in campus.
        • Measurement of campus roads and making a campus map using your double paces and compass-clinometer.
      • How to use copass-clinometer, and how to measure the attitude of planes and line in the field, including the basic training of geological mapping.
      • Geological excursion to North Gorontalo (or to Olele depending on conditions) to have a look of carbonates, Miocene volcanic rocks and sedimentary strata.
      • Geological mapping (1) along the bay-pass road around a village in Southeast Gorontalo to Bone river: Miocene volcanic rocks, granite, conglomerate and carbonates. Making a fair copy map (the same as in the case 2 to 5)**
      • Geological mapping (2) along Laksamana Martadinata street and along a path in the mountain: carbonates and volcanic rocks.
      • Geological mapping (3) along the North foot of the Southern mountain range in Gorontalo: granite, corbonates and superficial sediments with normal faults.
      • Geological mapping (4) Traverse over the ridge of the Southern mountain range in Gorontalo: from Dumbe to Kayubulan area.
      • Geological mapping (5) Traverse over the ridge from Donggala to Tontayu.
      • Option
      Notice: The results of exercises* and all the fair copy of maps** that you have made are required to submit after the end of this course.

      SM IAGI UNG - Are you ready for this two weeks course guys

      SM IAGI UNG - Harus latihan dulu sebelum ke lapanganAhli geologi selalu melakukan pekerjaannya di lapangan. Baik itu survey pemetaan geologi atau pun pengukuran data geofisika. Sebelum berangkat, ahli geologi harus mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut kepentingan lapangan untuk mendapatkan hasil yang optimal, diantaranya; kelengkapan alat dan bahan, pendukung kesehatan dan keselamatan kerja, dan terkadang perlu mengurus perizinan untuk mengunjungi daerah penelitian. Jenis peralatan yang diperlukan oleh seorang ahli geologi, bergantung dengan jenis kerja lapangan apa yang akan dia lakukan.

      Berikut daftar peralatan geologi dan penjelasannya. Disini penulis membaginya menjadi 3 bagian; Perlengkapan umum, Perlengkapan sampling, dan Perlengkapan optional.

      Perlengkapan umum
      1. Buku catatan lapangan | Berfungsi sebagai diary akademik. Semua data-data hasil observasi dan pengukuran, - maupun pemikiran, interpretasi awal, dan pertanyaan-pertanyaan direkam dalam buku catatan lapangan.
      2. Pensil | Ada 2 jenis pensil yang umum digunakan. Pensil mekanik dan pensil biasa. Pensil mekanik baik untuk pencatatan data dan label dalam sketsa, sedangkan pensil biasa cenderung lebih baik digunakan sebagai penanda beda ketebalan dan untuk pengarsiran dalam mensketsa singkapan.
      3. Pulpen | Kebanyakan ahli geologi jarang menggunakan pulpen di lapangan. Pulpen sulit untuk dihapus, kalaupun kita menggunakan penghapus tinta, itu dapat mengotori buku catatan kita. Pulpen tidak selalu dapat diandalkan dalam kondisi luar ruangan.
      4. Rautan | Pensil harus diraut agar tulisan kita terlihat rapi. Tapi jika pensil digunakan untuk mengarsir sketsa, sebaiknya gunakan yang sedikit tumpul.
      5. Pensil warna | Berfungsi sebagai penanda item tertentu (misalnya sampel). Bisa juga digunakan untuk menambah informasi yang lebih detil dalam sketsa singkapan.
      6. Penghapus | Digunakan untuk mengoreksi kesalahan dalam mencatat / mensketsa singkapan.
      7. Pita ukur | Dalam survey geologi, ada berbagai macam pita ukur yang disesuaikan dengan kebutuhan penyurvey. Pita ukur 30-50m untuk pengukuran skala besar, dan 2/5/10m untuk pengukuran skala kecil. Disarankan menggunakan pita ukur yang terbuat dari logam (retracting metal).
      8. Loupe | Berfungsi untuk melakukan pengamatan rinci untuk setiap jenis batuan dan fosil. Umumnya loupe hanya memiliki lensa 10x perbesaran, ada juga beberapa tipe yang memiliki lensa 10x dan 15x atau 20x pembesaran dalam satu loupe.
      9. Kompas-Klinometer | Alat ini digunakan untuk mengukur orientasi struktur geologi batuan (strike/dip, lineasi, plunge, rake, dll) di lapangan. Kompas-klinometer juga dapat digunakan bersamaan dengan peta topografi untuk menentukan lokasi yang akurat.
      10. Chart pembanding | Alat ini digunakan untuk mendapatkan data deskripsi semi-kuantitatif dari batuan di lapangan. Seperti; diagram klasifikasi batuan, ukuran butir, dan diagram warna.
      11. Peta | Berfungsi untuk penentuan atau plotting lokasi. Jenis-jenis peta yang relevan, seperti; peta geologi regional, peta topografi, peta lapangan, dan citra satelit.
      12. P3K | Berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan di lapangan.
      13. Backpack | Berfungsi sebagai tempat penyimpanan segala peralatan lapangan. Disarankan memilih backpack yang berkapasitas besar dan memiliki cover bag anti air.
      14. Bekal makanan dan minuman | Bekal yang dibawa haruslah disesuaikan dengan kebutuhan selama di lapangan.
      15. Suitable clothing | Disarankan menggunakan perlengkapan pakaian dan alas kaki yang dikhususkan untuk lapangan. Topi dan kaus tangan juga penting di saat-saat tertentu.
      16. Handphone, radior, atau telepon satelit | Sebagai alat komunikasi.
      Perlengkapan sampling
        1. Palu geologi | Alat yang sangat penting saat melakukan kerja lapangan, baik untuk sampling dan, jika perlu, untuk membuat fresh surface dari batuan sehingga tekstur dan struktur mineral di dalamnya dapat dideskripsi dengan baik.
        2. Sample bag | Untuk menyimpan sampel batuan di lapangan.
        3. Chisel (pemahat) | Berfungsi untuk pengambilan sampel pada batuan yang tidak memiliki rekahan. Untuk sampling spesimen fosil atau mineral pada batuan kita bisa menggunakan chisel yang berukuran lebih kecil. Dan jika kita perlu melakukan pemahatan yang banyak, disarankan untuk menggunakan crack hammer (palu godam).
        Perlengkapan optional
        1. GPS | Global positioning systems menggunakan ultra high - frekuensi sinyal gelombang radio dari satelit, dan secara trigonometri menghasilkan kedudukan latitude dan longitude posisi kita di lapangan. GPS dapat diatur untuk sistem grid tertentu. Referensi global World Geodetic System 1984 (WGS84) adalah yang paling umum digunakan.
        2. Kamera | Berfungsi untuk mendokumentasikan singkapan, bentang geomorfologi, ataupun kondisi geologi tertentu yang dirasa penting dalam penelitian lapangan kita.
        3. Instrumen geofisika | Berbagai macam instrumen geofisika dapat digunakan untuk: mendeteksi dan mengkarakterisasi batuan bawah permukaan; mengukur perubahan relatif komposisi batuan; dan mengukur gerakan tanah yang berkaitan dengan gempa bumi dan gunungapi aktif. Instrumen tersebut termasuk resistivity, magnetometer, gravity meter, geophone, portable gamma ray spectrometer, magnetic susceptibility meter, dll.
        4. Jacob Staff | Terkadang sulit untuk mengukur ketebalan lapisan batuan yang miring dan terekspos di lereng bukit jika lereng bukit tidak memotong lapisan pada sudut 90°. Jacob Staff dan kompas - klinometer jenis Brunton dapat digunakan untuk mengukur bagian tersebut dengan cepat dan mudah. Juga dapat digunakan bersamaan untuk mendapatkan ukuran jarak vertikal yang akurat.
        5. HCl (Asam Klorida) | Dapat digunakan untuk menguji batuan karbonat.
        6. Clipboard | Membantu kita dalam menulis, sebagai bidang bantu dalam mengukur struktur batuan, dll.
        7. Teropong | Digunakan untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik terhadap singkapan yang tidak mungin untuk dicapai. Hal-hal yang dapat dilihat dari teropong adalah geometri patahan dan kontak batuan.
        8. Scratch/Streak Kit | Alat yang berguna dalam observasi mineral pada batuan. Menentukan skala kekerasan, warna cerat, dll.
        9. Poket Stereonet | Berfungsi untuk menganalisis langsung data struktur di lapangan.
        SM IAGI UNG - Geological tools
        Geological tools.
        sumber gambar: internet
        Demikian daftar peralatan geologi dan fungsinya. Semoga dapat membantu teman-teman mahasiswa geologi dalam mempersiapakan diri sebelum melakukan praktikum lapangan.

        Referensi:
        • Coe., A. L. (2010). Geological Field Techniques. John Wiley & Sons. ISBN : 978-1-4443-4823-1

        SM-IAGI UNG

        {picture#https://pbs.twimg.com/profile_images/497585628695891970/5H6NQcSq.jpeg} SM-IAGI UNG | Seksi Mahasiswa - Ikatan Ahli Geologi Indonesia Universitas Negeri Gorontalo | Ekstraksi - Konservasi - Mitigasi {facebook#http://www.facebook.com/smiagiung} {twitter#http://twitter.com/smiagiung} {google#http://plus.google.com/+SMIAGIUNG} {pinterest#http://www.pinterest.com/smiagi} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UC6ajXFGGmFmwwt-fsxNqsigL} {instagram#http://instagram.com/smiagiung}
        Powered by Blogger.